Sidang/Rapat : Lokakarya Mini Lintas Sektor Triwulan II
Hari/Tanggal : Kamis, 26 Juni 2025
Waktu : 08.30 WIB – Selesai
Agenda : Evaluasi capaian program kesehatan Triwulan II tahun 2025
Pimpinan Sidang/Rapat
Ketua : dr. Suharto (Kepala Puskesmas Bunguran Selatan)
Pencatat : Eva Anggraini, S.Tr.Gz
Peserta Rapat: Dinas Kesehatan atau yang mewakili, Camat, Sekcam, Kepala polisi subsektor, KUA, UKSPF, Pendamping Desa, Babinsa, kepala desa, kader koordinator, PKK kecamatan dan desa, staf Puskesmas Bunguran Selatan.

1. Pembukaan yang dibuka oleh MC yaitu saudari Suharmianti Mentari, A.Md.Gz dengan mengucapkan syukur kepada Allah SWT dan ucapan terimakasih kepada undangan yang telah hadir. Dilanjutkan dengan pembacaan susunan acara kegiatan loka karya mini lintas sektor TW II.
2. Doa yang disampaikan oleh Bapak Ibnu Abbas
3. Sambutan Camat Bunguran Selatan (Bpk Supardi, S.Pd.I) sekaligus membuka acara kegiatan loka karya mini lintas sektor TW II.
Camat Bunguran Selatan menyampaikan rasa terimakasih kepada undangan yang telah hadir disela kesibukan masing-masing. Bapak Camat menyoroti kasus stunting di wilayah Kecamatan Bunguran Selatan terutama di Desa Cemaga dan Desa Cemaga Tengah yang masih tinggi di atas 20%, sedangkan Target Nasional untuk kasus stunting adalah 18 % untuk tahun 2025. Kunci pertama yang harus dilihat adalah ketersediaan jamban sehat dan perilaku merokok di dalam rumah. Hal ini harus terus dilakukan edukasi agar masyarakat tidak merokok di dalam rumah. Perilaku orang tua yang menjadi penyebab anak menjadi stunting adalah pola makan, orang tua lebih suka
memberikan jajanan warung yang mengandung pengawet dibandingkan membuat cemilan sendiri di rumah. Oleh karena itu, penanganan stunting harus menjadi perhatian bersama bukan hanya puskesmas.

4. Penyampaian materi oleh dr. Suharto selaku Kepala Puskesmas Bunguran Selatan
(Materi Terlampir).

a. Penyampaian data stunting, di mana ada penurunan jumlah dan prensentase balita pendek (TB/U) dari bulan februari yaitu 41 balita menjadi 34 balita di bulan mei 2025. Pada Bulan Februari presentase stunting adalah 17,29% dan bulan mei 14,16%. Penurunan presentase stunting sebesar 3,13%.

b. Penyampaian beberapa Upaya yang harus di lakukan agar kasus stunting tidak mudah turun dan naik, di antaranya :
1) Peningkatan cakupan ASI Eksklusif
2) Peningkatan cakupan balita yang datang ke posyandu setiap bulan (D/S)
3) Peningkatan cakupan imunisasi
4) Peningkatan pelayanan ibu hamil
5) Peningkatan kebersihan diri dan ingkungan
6) Keberlanjutan program PMT baik dari Puskesmas dan Desa
7) Peningkatan skrining atau penemuan awal penyakit menular pada anak.

c. Cakupan Upaya Kesehatan Semester 1
1) Capaian balita di timbang berat badannya (D/S) per mei tahun 2025 di wilayah kerja UPTD Puskesmas Bunguran Selatan sebesar 90,21%, untuk vitamin A sebesar 95,34 % dan Bayi kurang dari 6 bulan mendapatkan ASI Eksklusif sebesar 81,25%.
2) Cakupan imunisasi masih sangat rendah di wilayah Puskesmas Bunguran Selatan. Cakupan imunisasi yang rendah menyebabkan balita rentan terkena atau tertular penyakit menular. Banyak orang tua yang menolak anaknya diimunisasi.
3) Cakupan pelayanan Ibu hamil, masih terdapat 1 ibu hamil KEK di desa cemaga utara. Semakin sedikit ibu hamil yang KEK dan Anemia maka Semakin Kecil juga peluang untuk ibu melahirkan bayi dengan berat lahir rendah atau kurang dari 2,5 kg.
4) Perkembangan penyakit TB bulan Mei tahun 2025 yaitu : Jumlah suspek atau pasien dengan gejala TBC yang sudah diperiksakan dahak yaitu 63 sampel

d. Rencana Tindak Lanjut :
1) Memulai Pemberiaan PMT Lokal untuk Ibu Hami dan Balita Bermalah Gizi tanggal 1 Juli 2025
2) Melakukan Evaluasi Pemberian PMT Lokal melalui Posyandu maupun Kunjungan Rumah
3) Optimalisasi Penimbangan Balita Bulan Agustus –> 100%
4) Melakukan Pemeriksaan Kesehatan Anak Usia Sekolah Mulai Tahun Ajaran Baru
5) Melakukan pemeriksaan kesehatan usia produktif lebih masif –> CKG

5. Arahan dari Dinas Kesehatan Oleh Bapak Ibrahim :
a. Bapak Ibrahim menjelasakan bahwa Dinas Kesehatan memberikannya tugas sebagai Koordinator Puskesmas Bunguran Selatan dalam kegiatan Loka karya mini lintas sektor.
b. Bapak Ibrahim mengatakan : Paparan yang di sampaikan oleh dr Suharto selaku Kepala Puskesmas sangat menarik, Adapun masalah gizi yang sangat perlu di perhatikan selain stunting (pendek) yaitu masalah gizi dengan kategori wasting (kurus).
c. Kunjungan Balita yang datang ke Posyandu atau data D/S sangat bagus di Bunguran Selatan, tetapi capaian imunisasi sangat kurang, hal ini juga perlu menjadi perhatian, dengan adanya sweeping / kunjungan rumah seharusnya bisa diadakan imunisasi. “Apakah anak – anak yang di sweeping harus di datangi setiap bulannya ?” dari sini kita harus mencari Solusi, bagaimana agar anak tersebut mau datang keposyandu. Pemberian sertifikat penghargaan dapat diberikan untuk posyandu kemuning karena D/S mencapai 100%.
d. Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Berbasis bahan pangan Lokal dari puskesmas bunguran selatan akan diadakan 1 juli 2025, kita berharap agar pmt ini bukan hanya 1 atau 2 bulan saja tetapi ada kelanjutan dari pihak desa.
Adapun persiapannya mulai dari mengatur jadwal pembagian pmt, sosialisasi dan pembagian menu. Untuk pmt lokal dari desa, diharapkan ada masukan atau saran dari pendamping desa. Mengundang PKK Kabupaten untuk Launcing PMT Lokal pada bulan juli.

6. Diskusi yang dipimpin oleh Camat Bunguran Selatan
a. Bapak Camat : menanyakan ke setiap desa yang ada di bunguran Selatan, kapan akan melaksanakan pmt desa. Sebaiknya pmt desa dilaksanakan setelah pmt dari puskesmas, agar pmt tetap berkelanjutan. Berharap kader – kader lebih proaktif untuk selalu berkonsultasi dengan pihak puskesmas terkait pelaksanaan pmt lokal.
b. Kasubag Kecamatan : Menanggapi dari yang disampaikan Bapak Ibrahim tentang masalah gizi kategori wasting , yang kita lihat dari saat ini akar dari masalah stunting tidak kita cari.Perhatikan jajanan anak Ketika di sekolah karena ini salah satu penyebab stunting. Berharap dari pihak desa, kecamatan perlu memperhatikan hal itu. Gerakan melarang anak – anak bermain Handphone,
rata – rata ibu – ibu muda tidak mau memberi ASI Eksklusif anaknya.
• Tanggapan Kepala Puskesmas untuk Kasubag Kecamatan : Ketika di sekolah sudah ada pemeriksaan jajanan sekolah yang sering dilakukan dan seharusnya
di awasi dari sejak dini.
c. Kades Desa Selatan :
a) Angka stunting yang tinggi berkaitan dengan rendahnya capaian D/S di Posyandu. D/S yang rendah menunjukkan bahwa tidak semua anak balita mendapatkan pelayanan kesehatan yang dapat berkontribusi pada tingginya angka stunting. Desa Cemaga Selatan merasa kesulitan untuk mengajak masyarakatnya untuk datang ke posyandu. Resiko menjadi kader hanya itu – itu saja, seperti datang ke rumah anak – anak yang tidak mau datang ke posyandu. Ketika kader mau sweeping, selalu minta uang dulu ke kades.
Terkait dengan imunisasi bagi kita yang memahami sangat di butuhkan, tetapi bagi yang tidak tau manfaat imunisasi, mereka tidak akan mau dan tidak ada kesadaran. Bagaimana jika diberikan sosialisasi terlebih dahulu sebelum dilaksanakan imunisasi suntik.
b) Di pustu sering tidak ada obat, Masyarakat sering mengeluh.
c) Dan mengapa kegiatan posyandu harus di gabung dan di selesaikan 1 hari ?
• Tanggapan Kepala Puskesmas untuk Kades Cemaga Selatan :
a) Kurangnya tenaga promosi di puskesmas bunguran Selatan merupakan tantangan kami untuk meningkatkan promosi.
b) Untuk obat mungkin belum adanya serah terima, karna adanya efesiensi anggaran.
c) Sesuai dengan peraturan yang ada, posyandu harus di gabung, memang ada beberapa posyandu yang tidak di gabung antara balita dan lansia, itu sesuai dengan kesanggupan dari kader di lapangan.

• Tanggapan dari Bapak Ibrahim untuk desa cemaga selatan :
a) Masalah stunting adalah tanggung jawab kita semua, karena kita yang membimbing anak ini akan seperti apa mereka. Untuk masalah yang ada di bidang Kesehatan seperti telah hilangnya pola hidup sehat, maka undanglah puskesmas Ketika ada kegiatan Musrembang desa, agar kita bisa menyelesaikan masalah Kesehatan.
b) Kegiatan kader posyandu bukan hanya 1 hari tetapi 3 hari, 1 hari sebelum hari H, lakukan sosialisasi, hari ke 2 pelaksanaan posyandu dan hari ke 3 evaluasi kegiatan posyandu.
c) Untuk obat masih kendala dengan efesiensi anggaran, hal yang dapat dilakukan adalah menginformasikan kepada petugas pustu apabila tidak ada obat di pustu agar datang berobat ke puskesmas.
d. Pendamping Desa : Ada beberapa hal yang ditemukan di lapangan, antara kader ada kecemburuan sosial. Intinya sekarang harus ada pendampingan agar tidak ada lagi kecemburuan sosial, kader tidak hanya bekerja 1 hari tetapi kerjanya berkelanjutan agar masalah bisa teratasi.
e. Ahli gizi puskesmas : Kecemburuan sosial antara kader memang masih sangat tinggi, perlu adanya pendampingan untuk posyandu HI, dari pihak desa agar memfasilitasi form kerja posyandu.
f. Tips – Tips dari kader cemaga Utara karna pada tahun lalu di posyandu Anggrek Bulan Data balita yang di timbang atau D/S hanya 50 %, sekarang hamper 100 %, sering mengajak dan adanya kesadaran dari orang tua tentang pentingnya memantau pertumbuhan anak di posyandu.
g. Tips – tips dari kader cemaga bisa menjadi D/S 100% karna adanya arisan, sehingga ibu balita banyak datang ke posyandu.

Explore More

Bantuan Sembako dalam Rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN) 2021

Sempena HKN ke -57, 12 November 2021, Puskesmas Bunguran Selatan bekerja sama dengan Kecamatan Bunguran Selatan dan para donatur melaksanakan kegiatan pembagian sembako kepada masyarakat yang membutuhkan di wilayah Kecamatan

Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Tepat pada tanggal 10 oktober diperingati sebagai hari kesehatan jiwa sedunia. Adapun tema yang diangkat pada tahun ini adalah “Jadikan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan untuk Semua Sebagai Prioritas Global”. Adanya

GERAKAN NASIONAL AKSI BERGIZI DI SEKOLAH

pada hari sabtu, 28 Januari 2023 puskesmas bunguran selatan mengadakan kegiatan Aksi Bergizi Di Sekolah untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran pelajar/siswa tentang pentingnya mengkonsumsi Tablet Tambah Darah (TTD), makanan yang