RESI POSKILAT

INOVASI RESI POSKILAT (SCREENING DAN EDUKASI HYPERTENSI DI POSBINDU KELILING RT)

  1. Latar Belakang

Prevalensi Penyakit Tidak Menular (PTM) terus meningkat setiap tahunnya dan hipertensi merupakan penyebab kematian nomor 1 di dunia. Diantara target dari SDGs adalah pada tahun 2030 mengurangi hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular (PTM), melalui pencegahan dan pengobatan, serta meningkatkan kesehatan mental dan kesejahteraan.

Berdasarkan hasil Riskesdas pada tahun 2007 prevalensi hipertensi di Kabupaten Natuna tertinggi di Indonesia. Pada tahun 2019, prevalensi hipertensi di Provinsi Kepulauan Riau sebesar 28,2%. Di Kabupaten Natuna, prevalensi hipertensi pada tahun 2018 sebesar 52%. Peran deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular merupakan hal yang penting untuk mencegah dan mengendalikan penyakit hipertensi. Rendahnya kesadaran masyarakat untuk melakukan deteksi dini dan karakteristik wilayah yang relatif sulit melahirkan gagasan dari Puskesmas Bunguran Selatan untuk mengembangkan inovasi RESI POSKILAT (Skrining dan Edukasi Hipertensi di Posbindu Keliling RT).

Resi Poskilat mengaktifkan peran deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular. Deteksi dini dapat dilakukan di Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) sebagai wadah Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM). Dengan kegiatan deteksi dini ke RT-RT diharapkan semua usia produktif mendapatkan skrining kesehatan dan penderita hipertensi mendapat pelayanan kesehatan sesuai standar.

Inovasi Resi Poskilat bertujuan untuk meningkatkan Capaian SDGs, memenuhi standar SPM kesehatan dan meningkatkan keterjangkauan pelayanan dan pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini hipertensi. Inovasi Resi Poskilat yang dikembangkan oleh Puskesmas Bunguran Selatan merupakan inovasi Asli di Kabupaten Natuna dengan memfokuskan deteksi dini dan edukasi hipertensi melalui Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) yang dilakukan secara rutin dengan mengumpulkan warga di kediaman RT atau kediaman/ tempat kegiatan warga di satu RT. Kegiatan ini dilakukan rutin setiap bulan di 4 desa di wilayah kerja Puskesmas Bunguran Selatan. Jika dalam satu wilayah RT terdapat instansi pendidikan atau instansi lainnya, maka akan dilaksanakan jadwal tambahan. Masyarakat yang terdeteksi beresiko langsung diberikan edukasi dan rujukan ke fasilitas kesehatan jika dibutuhkan.

Nama inovasi yang diambil mudah diingat dan diaplikasikan, dikembangkan berdasarkan karakteristik wilayah, potensi daerah dan budaya setempat. Inovasi ini menjadi unik namun mempunyai daya ungkit yang sangat signifikan dalam meningkatkan kesadaran masyarakat melakukan deteksi dini dengan pendekatan kekeluargaan.

Hasil pelaksanaan kegiatan pada tahun 2019 persentase cakupan deteksi dini faktor resiko PTM di Bunguran Selatan sebesar 33,9%, dan pada 2020 meningkat sebesar 41,1%. Sementara prevalensi tekanan darah tinggi pada tahun 2019 sebesar 32% dan menurun pada tahun 2020 menjadi 27 %.

Tujuan Inovasi RESI POSKILAT adalah:

  1. Meningkatkan target capaian SDGs pada tahun 2030 mengurangi hingga sepertiga angka kematian dini akibat penyakit tidak menular
  2. Meningkatkan capaian Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatan yaitu pelayanan sesuai standar pada usia produktif (15-59 tahun) dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standar.
  3. Meningkatkan pemberdayaan masyarakat dalam deteksi dini penderita hipertensi
  4. Memaksimalkan skrining dan konseling/edukasi pada penderita hipertensi sehingga dapat menurunkan angka morbiditas dan mortalitas.

Manfaat

Manfaat yang diperoleh dari Inovasi RESI POSKILAT antara lain:

  1. Kematian akibat penyakit tidak menular dapat berkurang sesuai target SDGs
  2. Capaian SPM bidang kesehatan yaitu pelayanan usia produktif dan pelayanan penderita hipertensi sesuai standar dapat terpenuhi
  3. Masyarakat menyadari akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin
  4. Masyarakat khususnya penderita hipertensi mendapatkan pengetahuan tentang pencegahan dan pengobatannya sehingga kecacatan dan kematian akibat hipertensi dapat diturunkan.
  5. Hasil Inovasi

Hasil Pelaksanaan Kegiatan:

Pada tahun 2019 persentase cakupan deteksi dini faktor resiko PTM di Bunguran Selatan sebesar 33,9%, dan pada 2020 meningkat sebesar 41,1%.

Prevalensi tekanan darah tinggi pada tahun 2019 sebesar 32% dan menurun pada tahun 2020 menjadi 27