PESONA GELAS NATUNA
Informasi Umum
Kelompok : Replikasi
Judul Proposal:
“PESONA GELAS NATUNA ( Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua Nanti dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna)”
Tanggal Pelaksanaan Inovasi pelayanan publik : 01 April 2019
Kategori inovasi pelayanan publik: Kesehatan
Ringkasan Proposal
Salah satu dampak keberhasilan pembangunan kesehatan adalah terjadinya peningkatan umur harapan hidup penduduk Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau tahun 2017 bahwa 4,28% penduduk Provinsi Kepulauan Riau adalah Lansia (usia > 60 tahun dan 51,63 % diantaranya adalah lansia yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, sehingga membutuhkan perhatian lebih. Puskesmas melaksanakan pelayanan kesehatan kepada Lansia yang meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif yang lebih menekankan unsur pro aktif, kemudahan proses pelayanan, santun, sesuai standart pelayanan dan kerjasama dengan unsur lintas sektor.
Upaya mewujudkan dan meningkatkan mutu pelayanan terhadap lansia maka Puskesmas Bunguran Selatan mengembangkan Inovasi Pelayanan berupa PESONA GELAS NATUNA ( Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua Nanti dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna). Inovasi Pesona Gelas Natuna lahir dari inspirasi inovasi Gelas Mempesona Hati yang di Jalankan oleh Puskesmas Trenggalek Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Inovasi Gelas mempesona hati pernah meraih penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Publik Tahun 2018.
Tujuan pelaksanaan inovasi PESONA GELAS NATUNA adalah meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan pada usia lanjut agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdayaguna untuk meningkatkan capaian Sustainable Developments (SDGs) dan mempercepat capaian target SPM Bidang Kesehatan.
Inovasi Pelayanan PESONA GELAS NATUNA ( Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua Nanti dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna) merupakan paket layanan yang terdiri dari:
- Gelas Emas yaitu gerakan lansia Energik, Mandiri, Aktif, dan S
- Gelas Perak, yaitu Perluas Akses Layanan Kesehatan, mendekatkan akses layanan keseharan dengan pembentukan Posyandu Lansia.
- Gelas Perunggu, Persingkat waktu tunggu lansia.
- Gelas Besi yaitu beri layanan gizi, konsultasi pengetahunan tentang gizi, pengaturan makanan pada lansia khususnya yg terkait dengan penyakit degeneratif.
- Gelas Timah, Kunjungan Lansia Risiko tinggi ke Rumah, melakukan kunjungan kerumah lansia yang termasuk kategori rawan dan memiliki keterbatasan untuk menuju pusat pelayanan kesehatan.
- INSPIRASI
Inovasi Pesona Gelas Natuna lahir dari inspirasi inovasi Gelas Mempesona Hati yang di Jalankan oleh Puskesmas Trenggalek Kabupaten Trenggalek Provinsi Jawa Timur. Inovasi Gelas mempesona hati pernah meraih penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018 yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Inovasi dikembangkan untuk meningkatkan mutu pelayanan pada lansia. Lansia adalah kelompok prioritas yang membutuhkan perhatian khusus terutama di masa pandemi Covid-19.
- PROSES REPLIKASI
Proses replikasi program inovasi mulai pada saat pertemuan rapat lokakarya mini bulanan Puskesmas Bunguran Selatan pada Triwulan ke empat tahun 2018. Berdasarkan evaluasi pelaksanaan program lansia didapatkan kendala rendahnya partisipasi kunjungan lansia, kasus hipertensi tidak terkontrol pada lansia serta banyaknya lansia sakit yang tidak terpantau. Pelayanan perorangan pada lansia juga belum optimal. Berdasarkan hal tersebut penanggung jawab upaya kesehatan perorangan dan penanggung jawab program lansia berupaya mencari rencana pemecahan masalah melalui pengembangan inovasi.
Inspirasi inovasi tentang lansia muncul ketika melihat referensi dari publikasi Puskesmas Trenggalek Provinsi Jawa Timur yaitu Gelas Mempesona Hati yang meraih penghargaan Top 40 Inovasi Pelayanan Publik Tahun 2018. Inovator mempelajari dan mencoba membuat rumusan inovasi menyesuaikan Sumber Daya yang dimiliki dan karakteristik wilayah di Kecamatan Bunguran Selatan Kabupaten Natuna. Inovasi ini selanjutnya di lakukan uji coba penerapan di Puskesmas Bunguran Selatan selama 3 bulan. Puskesmas mengajukan permohonan izin replikasi ke Puskesmas Trenggalek. Puskesmas Bunguran Selatan selanjutnya menyusun inovasi lansia yaitu PESONA GELAS NATUNA ( Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua Nanti dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna) dengan paket layanan yang terdiri dari Gelas Emas, Gelas Perak, Gelas Perunggu, Gelas Besi dan Gelas Timah.
- FAKTOR PEMBEDA
Faktor pembeda inovasi Pesona Gelas Natuna dan Gelas Mempesona Hati adalah jumlah paket layanan. Inovasi Gelas mempesona Hati terdiri 6 paket layanan yaitu Gelas Emas, Gelas Perak, Gelas Perunggu, Gelas Besi, Gelas Timah dan Gelas Granit. Inovasi Pesona Gelas Natuna Puskesmas Bunguran Selatan mengembangkan 5 paket layanan yaitu Gelas Emas, Gelas Perak, Gelas Perunggu, Gelas Besi dan Gelas Timah, sementara layanan Gelas Granit tidak dapat diaplikasikan karena tidak tersedia tenaga kesehatan gigi.
Faktor lain yang menjadi pembeda adalah wilayah sasaran, dimana Pesona Gelas Natuna dikembangkan di wilayah dengan karakteristik kepulauan dengan kepadatan penduduk yang jarang sehingga mempunyai tingkat kesulitan tersendiri.
- LATAR BELAKANG
- Rumusan Masalah
Salah satu dampak keberhasilan pembangunan kesehatan adalah terjadinya peningkatan umur harapan hidup penduduk Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau tahun 2017 bahwa 4,28% penduduk Provinsi Kepulauan Riau adalah Lansia (usia > 60 tahun) dan 51,63 % diantaranya adalah lansia yang sakit dan membutuhkan pelayanan kesehatan, sehingga membutuhkan perhatian lebih. Sasaran lansia di Kecamatan Bunguran Selatan adalah 481 jiwa.
Puskesmas melaksanakan pelayanan kesehatan kepada Lansia yang meliputi pelayanan promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif yang lebih menekankan unsur pro aktif, kemudahan proses pelayanan, santun, sesuai standart pelayanan dan kerjasama dengan unsur lintas sektor.
- Gagasan
Upaya mewujudkan dan meningkatkan mutu pelayanan terhadap lansia maka Puskesmas Bunguran Selatan mengembangkan Inovasi Pelayanan berupa PESONA GELAS NATUNA ( Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua Nanti dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna) dengan paket layanan yang terdiri dari gelas emas, gelas perak, gelas perunggu, gelas besi dan gelas timah.
- Tujuan
Tujuan pelaksanaan inovasi PESONA GELAS NATUNA adalah meningkatkan derajat kesehatan dan mutu pelayanan kesehatan pada usia lanjut agar mencapai masa tua yang bahagia dan berdayaguna untuk meningkatkan capaian Sustainable Developments (SDGs) dan mempercepat capaian target SPM Bidang Kesehatan
- Sasaran
Sasaran inovasi adalah kelompok lansia usia > 60 tahun.
- KESESUAIAN KATEGORI
Inovasi Pesona Gelas Natuna merupakan Inovasi Pelayanan Publik bidang Kesehatan yang bertujuan untuk meningkatkan mutu dan mempermudah akses lansia mendapatkan layanan kesehatan. Dengan pelaksanaan Inovasi Pesona Gelas Natuna dapat memenuhi kriteria SPM bidang kesehatan yaitu pelayanan kesehatan usia lanjut. Inovasi ini dilaksanakan sesuai dengan amanat Peraturan Menteri Kesehatan No. 43 tahun 2019, yaitu tujuan terselengaranya Puskesmas adalah untuk mewujudkan wilayah kerja puskesmas yang sehat, dengan masyarakat yang memiliki perilaku sehat, mendapat pelayanan yang bermutu, dan memiliki derajat kesehatan yang optimal.
- KONTRIBUSI TERHADAP CAPAIAN SDGs
Pada agenda Sustainable Development Goals (SDGs) yang terdiri dari 17 tujuan yang disepakati oleh anggota PBB, dengan tujuan global ketiga dalam hal menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan seluruh penduduk semua usia termasuk lansia. Prinsip utama pelaksanaan SDGs yaitu “No One Left Behind”, bahwa tidak satu pun kelompok tertinggal dalam setiap aksi kegiatan pembangunan oleh pemerintah diantaranya lansia.
Berdasarkan data kunjungan lansia di Puskesmas Bunguran Selatan pada tahun 2019-2020 di ketahui penyakit terbanyak yaitu Hipertensi. Oleh karena itu inovasi Pesona Gelas Natuna juga mendukung sasasan global SDGs yaitu menurunkan prevalensi hipertensi.
Pembinaan kesehatan lansia merupakan salah satu kegiatan yang terus menerus digalakkan untuk mewujudkan lansia sejahtera, bahagia, dan berdayaguna bagi kehidupan keluarga dan masyarakat sekitarnya, hal ini merupakan suatu upaya menghadapi peningkatan status dan derajat kesehatan rakyat indonesia yang memberikan dampak pada peningkatan usia harapan hidup. Melalui inovasi Pesona Gelas Natuna diharapkan pelayanan kesehatan pada lansia dapat diberikan sesuai standar dan akses pelayanan dipermudah.
- DESKRIPSI INOVASI
Proses yang dilalui dalam kegiatan Inovasi Pesona Gelas Natuna sebagai berikut:
- Penanggung Jawab Program menentukan sasaran dan melakukan inventarisir kebutuhan pelayanan lansia, menyusun Kerangka Acuan Kegiatan, Standar Operasional Prosedur, Rencana Usulan Kegiatan dan Rencana pelaksanaan kegiatan.
- Puskesmas melaksanakan advokasi dan sosialisasi lintas sektor dalam pertemuan lokakarya mini lintas sektor dengan menyusun komitmen bersama lintas sektor untuk meningkatkan mutu pelayanan kesehatan lansia di Kecamatan Bunguran Selatan.
- Puskesmas melalui pengelola program berkoordinasi dengan pihak desa bahwa kegiatan posyandu lansia dan kunjungan lansia.
- Pengelola Program berkoordinasi dengan Kader Posyandu Lansia tentang rencana kegiatan setiap bulan.
Inovasi PESONA GELAS NATUNA (Peduli Persoalan Kesehatan Hari Tua Nanti dengan Gerakan Lansia Sehat di Natuna) terdiri dari lima paket layanan meliputi:
- Gelas Emas yaitu gerakan lansia Energik, Mandiri, Aktif, dan S
- Gelas Perak, yaitu Perluas Akses Layanan Kesehatan, mendekatkan akses layanan keseharan dengan pembentukan Posyandu Lansia.
- Gelas Perunggu, Persingkat waktu tunggu lansia.
- Gelas Besi yaitu berilayanan gizi, konsultasi pengetahunan tentang gizi, pengaturan makanan pada lansia khususnya yang terkait dengan penyakit degeneratif.
- Gelas Timah, Kunjungan Lansia Risiko tinggi ke Rumah, melakukan kunjungan kerumah lansia yang termasuk kategori rawan dan memiliki keterbatasan untuk menuju pusat pelayanan kesehatan.
- INOVATIF
Pesona Gelas Natuna merupakan inovasi hasil replikasi yang dimodifikasi untuk dapat dikembangkan di wilayah Kabupaten Natuna, hadir menjawab permasalahan pelayanan kesehatan lansia yang kompleks dan membutuhkan sentuhan multidisiplin.
Nama inovasi yang diambil mudah diingat dan diaplikasikan, dikembangkan berdasarkan karakteristik wilayah, potensi daerah dan budaya setempat. Inovasi ini menjadi unik namun mempunyai daya ungkit yang sangat signifikan dalam meningkatkan mutu pelayanan pada lansia serta meningkatkan keterjangkauan akses pelayanan kesehatan.
- TRANSFERABILITAS
Inovasi Pesona Gelas Natuna dikembangkan untuk meningkatkan mutu dan mendekatkan pelayanan, sangat mudah dipahami, mudah untuk dilaksanakan, mengedepankan mitra lintas sektor, efektif dan efesian untuk mencapai tujuan yang paripurna serta mudah diadopsi pelaksanaannya di daerah lain. Pesona Gelas Natuna dapat direplikasi di semua wilayah di Kabupaten Natuna maupun wilayah Indonesia lainnya karena pelaksanaan kegiatan tidak membutuhkan dana yang besar yang besar dan mudah dilaksanakan.
Puskesmas telah menyiapkan Standar Operasional Prosedur Kegiatan, video inovasi dan pedoman replikasi. Pelaksanaan kegiatan inovasi di didokumentasikan dan dipublikasikan baik secara manual maupun secara digital sehingga dapat diakses oleh semua pihak. Pada pertemuan evaluasi program tahunan tingkat Kabupaten, puskesmas juga mempresentasikan inovasi yang dikembangkan. Berdasarkan hal diatas informasi tentang inovasi mudah didapatkan sehingga bisa menjadi inspirasi untuk dapat diadopsi dan direplikasi di puskesmas lain baik diwilayah Kabupaten Natuna maupun daerah lainnya.
- SUMBER DAYA
Pelaksanaan Inovasi didukung oleh sumber daya yang memadai meliputi:
- SDM Kesehatan
Puskesmas Bunguran Selatan memiliki 45 Staf Puskesmas. Dalam kegiatan inovasi daerah Pesona Gelas Natuna ini SDM yang terlibat langsung adalah: Dokter Umum (2 orang), Perawat (7 orang), Promkes (2 orang), Gizi (2 orang), dan Bidan (15 orang).
Inovasi Pesona Gelas Natuna mulai dilaksanakan pada tahun 2019 dan akan terus dikembangkan di wilayah kerja Puskesmas Bunguran Selatan untuk terus berproses lebih baik. SDM Kesehatan disiapkan secara optimal untuk melaksanakan inovasi melalui bimbingan teknis internal atau eksternal sehingga mampu memberikan pelayanan, konseling, penyuluhan dan pemberdayaan keluarga. Kader Posyandu juga dilakukan pelatihan setiap tahunnya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan.
- Keuangan
Anggaran program inovasi Pesona Gelas Natuna yaitu melalui dana bantuan operasional kesehatan (BOK) DAK Non Fisik dan juga didukung oleh anggaran APBD dan Kapitasi. Penyusunan kebutuhan anggaran telah disusun dalam POA Puskesmas oleh tim perencanaan Puskesmas Bunguran Selatan.
- Material
Sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam pelayanan lansia di didalam gedung dan luar gedung meliputi set diagnostik pemeriksaan kesehatan, kursi tunggu prioritas, ambulans, obat-obatan dan media informasi.
- Metode
Metode pelaksanaan melalui pelayanan dalam gedung dan pelayanan luar gedung di posyandu lansia ataupun kunjungan lansia risiko tinggi kerumah.
- STRATEGI KEBERLANJUTAN
Untuk menjamin keberlanjutan inovasi maka dilakukan siklus PDCA ( Plan, Do, Check, Action ). Perencanaan (Plan) dimulai dengan penyusunan usulan kegiatan di tingkat program, kemudian advokasi dan penggalangan komitmen dengan lintas sektor, termasuk penyediaan peralatan pemeriksaan secara mandiri oleh desa. Penyegaran kader dilakukan rutin setiap tahun untuk merefresh pengetahun para Kader Posbindu. Pada Pelaksanaan (Do) kegiatan, Sharing pengetahuan juga dilakukan kepada petugas kesehatan penggerak dan pelaksana kegiatan. Selain itu, monitoring dan evaluasi (Check) kegiatan akan dilaksanakan sesuai ketentuan. Perbaikan dari hasil monitoring dan evaluasi dilanjutkan lagi dengan perbaikan (Action) dan perencanaan kegiatan setelah perbaikan dan seterusnya. Beberapa strategi yang disusun meliputi:
- Strategi Institusional
Inovasi Pesona Gelas Natuna di laksanakan berdasarkan SK Kepala Dinas Kesehatan No. 175 Tahun 2018 dan SK Kepala Puskesmas Bunguran Selatan Nomor 004 Tahun 2019.
- Strategi Sosial
Upaya yang dilaksanakan meliputi advokasi dan sosialisasi kepada pemangku kebijakan yaitu Camat, Kepala Desa, tokoh masyarakat dan lintas sektor lainnya. Komitmen Lintas Sektor Kecamatan Bunguran Selatan dan Dukungan Desa mempunyai dampak yang signifikan dalam melaksanakan tindak lanjut inovasi. Dukungan Desa dalam Inovasi ini adalah anggaran insentif kader dan Pemberian Makanan Tambahan pada lansia.
- Strategi Manajerial
Strategi manajerial yang dilaksanakan sebagai upaya meningkatkan kualitas SDM dengan melaksanakan Bimbingan Teknis Tingkat Puskesmas dan usulan pelatihan ke Dinas Kesehatan. Evaluasi kesesuaian SOP Kegiatan juga dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan mutu pelayanan.
- EVALUASI
Evaluasi pelaksanaan program inovasi dilaksanakan secara internal tingkat Puskesmas dan eksternal di tingkat Dinas Kesehatan dan Lintas Sektor, melalui beberapa kegiatan :
- Evaluasi tiap tahun untuk melihat capaian program melalui pemutakhiran data yang difasilitasi oleh dinas kesehatan
- Evaluasi tiap triwulan sebagai feed back kegiatan yang telah dijalankan Puskesmas melalui lokakarya mini lintas sektor
- Evaluasi tiap bulan untuk menilai cakupan dan efektifitas pelaksanaan inovasi melalui lokakarya mini lintas program.
- Evaluasi pelaksanaan kegiatan dilakukan tiap selesai pelaksanaan kegiatan oleh petugas pelaksana inovasi bersama kader Posyandu Lansia.
Metode Pelaksanaan Evaluasi:
- Evaluasi melalui perbandingan capaian dengan sasaran berdasarkan hasil rekap data oleh pengelola program.
- Hasil capaian dipresentasikan dan didiskusikan melalui rapat program untuk mendapatkan masukan perbaikan kegiatan.
- Perbaikan dilakukan dengan seksama untuk mencapai target sasaran kegiatan.
- Pertanggungjawaban pelaksanaan kegiatan dilaporkan ke dinas kesehatan kabupaten Natuna, melalui pengelola program.
- Indikator kinerja yang digunakan adalah indikator SPM Bidang Kesehatan yaitu pelayanan kesehatan diusia produktif sesuai standar dan penderita hipertensi mendapatkan pelayanan sesuai standar
Hasil Evaluasi
Dengan pelaksanaan inovasi terjadi peningkatan layanan pada lansia, baik didalam gedung maupun di luar. Pelayanan di dalam gedung terlihat melaui hasil Survei Kepuasan Pelanggan dengan nilai baik. Pelayanan luar gedung ditandai dengan peningkatan jumah kunjungan lansia di posyandu lansia, terjadi penambahan posyandu lansia serta jumlah lansia yang dipantau kerumah juga bertambah. Karakteristik penyakit yang diderita lansia meliputi Hipertensi 46%, Osteoartritis 24 %, Dispepsia 16%, Cefalgia 9 % dan Diabetes Melitus 5 %. Persentase lansia yang mendapatkan layanan kesehatan mengalami peningkatan dari tahun pertama dikembangkan inovasi sebesar 25% tahun 2019 menjadi 56 persen pada tahun 2020.
Penyesuaian Kegiatan di Pandemi Covid-19:
- Pelaksanaan kegiatan inovasi Pesona Gelas Natuna dilakukan dengan penyesuaian diantaranya penerapan protokol kesehatan yaitu seperti menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan pakai sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah kegiatan.
- Pada awal-awal pandemi kegiatan Puskesmas yang mengumpulkan massa ditiadakan sampai terbit Petunjuk Teknis Pelayanan Puskesmas pada Masa Pandemi COVID-19. Diantara modifikasi kegiatan pelaksanaan kegiatan dengan mengatur jam kunjungan pada posyandu lansia, melakukan kunjungan pada lansia dengan penyakit degeneratif serta mengembangkan penggunaan kartu ikan kerisi untuk pengambilan obat lansia, sehingga lansia tidak perlu ke pusat pelayanan kesehatan untuk mendapatkan obat2an rutinnya seperti pengobatan hipertensi.
- KETERLIBATAN PEMANGKU KEBIJAKAN
- Kepala Dinas Kesehatan melalui Bidang Kesehatan Masyarakat dan Bidang Pelayanan Kesehatan juga sangat memperhatikan pengembangan inovasi melalui konsultasi, referensi yang di butuhkan puskesmas, regulasi inovasi program, pendampingan penyusunan POA program serta monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan inovasi. Dukungan lain dari Dinas Kesehatan yaitu melaksanakan pelatihan pada dokter dan penangggung jawab lansia setiap tahunnya.
- Dukungan Camat sangat menunjang pelaksanaan inovasi dengan memberikan penekanan/pemantauan kepada
- Kepala Desa, mempunyai peran yang paling berpengaruh karena kepala desa sebagai pimpinan wilayah otonomi desa yang dapat menggerakkan warga untuk melaksanaan program inovasi. Keterlibatan yang telah dilaksanakan desa adalah memfasilitasi kegiatan inovasi, membuat surat edaran dan menyiapkan dukungan anggaran. Dukungan Anggaran dari desa berupa pemberian insentif kader posyandu lansia, operasional posyandu dan pemberian makanan tambahan pada lansia.
- Puskesmas berkewajiban menyediakan SDM yang kompeten dalam melaksanakan inovasi termasuk dalam penganggaran sumber dana dan peralatan yang dibutuhkan.
- Masyarakat dan kader kesehatan mempunyai peran yang paling menentukan yaitu partisipasi pada kegiatan inovasi dan menyebarluaskan informasi ke masyarakat lainnya. Tokoh agama dan tokoh masyarakat yang sebagian besar juga kelompok lansia juga merupakan tokoh yang berperan sebagai panutan dan mengajak masyarakat.
- FAKTOR PENENTU
Faktor penentu keberhasilan inovasi adalah partisipasi aktif dari masyarakat, dukungan pemangku kebijakan serta kemampuan manajerial SDM Kesehatan. Kendala awal yang dihadapi adalah rendahnya kunjungan dan kepedulian keluarga lansia untuk mendapatkan pelayanan kesehatan. Upaya yang dilakukan dengan melibatkan tokoh masyarakat dan pemangku kebijakan seperti Ketua RT dan Kepala Desa dalam kegiatan. Berkat upaya yang tiada henti kini partisipasi lansia meningkat sehingga diharapkan terwujud lansia yang sehat dan mencapai masa tua yang bahagia dan berdayaguna.
